Website Bukan Set-and-Forget
Banyak pemilik bisnis berpikir bahwa setelah website diluncurkan, tugas selesai. Kenyataannya, website yang tidak dirawat secara rutin berisiko diretas, melambat, dan kehilangan peringkat di mesin pencari.
10 Tips Maintenance Wajib
- Update CMS dan plugin: 90% website yang diretas karena plugin/theme yang tidak terupdate.
- Backup mingguan: Backup otomatis ke lokasi yang berbeda dari server utama.
- Monitoring uptime: Gunakan UptimeRobot atau StatusCake untuk alert jika website down.
- Review Google Analytics: Identifikasi halaman dengan bounce rate tinggi dan perbaiki.
- Test broken links: Link yang rusak merusak UX dan SEO.
- Review Core Web Vitals: Pastikan performa tidak menurun setelah update konten.
- Update konten: Konten yang usang merusak kredibilitas dan SEO.
- Security scan: Jalankan vulnerability scan minimal sebulan sekali.
- Review dan renew SSL: SSL yang expired membuat pengunjung langsung kabur.
- Test di browser berbeda: Pastikan tampilan konsisten di Chrome, Safari, dan Firefox terbaru.
Berapa Biaya Maintenance yang Wajar?
Untuk website bisnis standar, anggaran maintenance yang realistis adalah Rp 500rb–2jt per bulan, mencakup hosting, backup, update rutin, dan monitoring. Ini adalah asuransi murah untuk aset digital yang berharga bagi bisnis Anda.
